Showing posts with label osteoporosis. Show all posts
Showing posts with label osteoporosis. Show all posts

7 Cara mencegah osteoporosis pada wanita


Wanita memang rentan terhadap osteoporosis. Sebagian besar waktu kita sering dihabiskan hanya untuk berbicara tentang bagaimana untuk mendeteksi osteoporosis atau cara mengobatinya. Tetapi, bukankah jauh lebih baik untuk mengetahui bagaimana cara mencegah osteoporosis itu sendiri? Nah, bagi Anda yang ingin tahu caranya, berikut adalah cara mencegah osteoporosis pada wanita, seperti dilansir Boldsky.


1. Kontrol berat badan



Obesitas adalah teman baik dari osteoporosis. Jadi, pastikan Anda selalu menjaga berat badan sehingga, tulang Anda tidak terlalu banyak berada di bawah tekanan. 



2. Mengonsumsi kalsium 



Osteoporosis disebabkan oleh kekurangan kalsium. Karena wanita cenderung kehilangan kalsium dari tubuh mereka dengan mudah, mereka harus memiliki proporsi yang lebih tinggi dari makanan yang kaya kalsium seperti susu, produk susu, bayam, brokoli, makanan laut, dll. 



3. Jangan abaikan nyeri tubuh 



Setiap jenis nyeri tubuh yang terjadi secara terus-menerus, terutama nyeri sendi, dapat menjadi pemicu osteoporosis. Jangan pernah menunda untuk pergi ke dokter dan mendapatkan tes tulang. 



4. Jangan melakukan diet ketat



Diet untuk menurunkan berat badan dengan cepat adalah salah satu hal terburuk yang dapat Anda lakukan untuk tubuh Anda. Jangan melakukan diet semacam ini karena akan membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi penting seperti kalsium. 



5. Olahraga secara teratur 



Berolahraga secara teratur untuk menjaga tulang Anda tetap fleksibel. Segala sesuatu yang tidak digunakan dalam kurun waktu yang lama bisa jadi berkarat. Hal yang sama juga berlaku untuk tulang Anda. 



6. Mengonsumsi suplemen berkalsium setelah menopause 



Segera setelah Anda mengalami menopause, hormon estrogen yang melindungi tulang Anda akan berkurang sebagian besar. Jadi, mulailah untuk mengonsumsi suplemen berkalsium segera setelah Anda berhenti menstruasi. 



7. Berjemur di bawah sinar matahari



Tanpa vitamin D, tubuh Anda tidak dapat memproses kalsium. Dan Vitamin D diproduksi di dalam tubuh ketika Anda mendapatkan sinar matahari pagi yang sehat. 



Ini adalah beberapa cara sederhana namun efektif untuk mencegah osteoporosis secara alami. Selamat mencoba! (merdeka)



3 Formula Praktis Cegah Osteoporosis

Mulailah untuk membangun kepadatan tulang Anda secara alami untuk memperlambat kerapuhan tulang. National Osteoporosis Foundation merekomendasikan langkah-langkah berikut ini sebagai pencegahan osteoporosis dini.

Pada umumnya penyakit ini memang menghampiri wanita usia 65 tahun, dan pria yang memasuki usia 70 tahun. Kenyataannya, sebelum mencapai usia tersebut, banyak orang yang sudah terlihat berjalan membungkuk, atau mengalami gangguan tulang lainnya. Berikut cara sederhana menjaga kepadatan tulang:

Penuhi dosis kalsium 

Rendahnya tingkat kalsium dalam tubuh meningkatkan resiko osteoporosis. Nasional Osteoporosis Foundation merekomendasikan 1000 mg kalsium  setiap harinya untuk dikonsumsi orang dewasa dibawah usia 50 tahun. Dan 1200 mg kalsium bagi mereka yang berusia 50 tahun atau lebih. Pilihan sumber kalsium lain adalah sereal dan sayur brokoli.

Vitamin D

Jika tubuh Anda tidak mendapatkan vitamin D dengan cukup, maka tubuh akan kesulitan menyerap kalsium dari makanan yang dikonsumsi. Jadi, untuk memastikan tubuh bernar-benar merasakan manfaat dari kalsium harian, Anda bisa menambahkan asupan vitamin D.  

Sumber alami vitamin D seperti kuning telur, susu, ikan laut, keju, dan hati. Atau paparan sinar matahari langsung selama kurang lebih 10 menit. Michael Holick, seorang peneliti dari Boston University, merekomendasikan kegiatan berjemur setiap hari.

Olahraga

Menurut Mayo Clinic, berolahraga secara teratur dapat menjaga kepadatan tulang. Anda dapat memilih latihan ringan seperti naik turun tangga, jalan santai, dan jogging. Olahraga ini membantu menjaga kepadatan tulang bagian atas dan punggung. (vivanews)


Kalsium Tidak Hanya Buat Tulang

Banyak awam percaya, kalsium hanya ada, dibutuhkan, serta punya peran vital untuk tulang. Terutama untuk mencegah datangnya penyakit tulang keropos alias osteoporosis. Pandangan tak akurat itu bisa dimaklumi, mengingat lebih dari 98% kalsium memang berdomisili di tulang. Namun, salah besar kalau beranggapan, peran kalsium yang wara-wiri di luar tulang hanyalah sebagai anak bawang. 

Meski jumlahnya minoritas (hanya sekitar 2%), bala tentara kalsium di luar tulang justru lebih agresif dan sangat penting perannya dalam mencegah osteoporosis. Mereka mendukung kegiatan enzim, hormon, saraf, otot, dan pembekuan darah. Kalsium yang berada di dalam darah bahkan menjadi ukuran keseimbangan kadar kalsium di seluruh tubuh, yang ditentukan oleh hormon paratiroid. 

Bala tentara itu juga berpengaruh terhadap penempatan kalsium ke dalam jaringan tulang atau biasa disebut dengan proses mineralisasi. Di sisi lain, mereka pun berjasa dalam mencegah pengambilan kalsium dari jaringan tulang, yang dikenal sebagai proses demineralisasi. Osteoporosis sendiri terjadi ketika gelombang demineralisasi melebihi aktivitas mineralisasi. Nah, kalau kadar kalsium dalam darah normal, logikanya proses mineralisasi dan demineralisasi berlangsung seimbang. 

Sebaliknya, ketika kadar kalsium dalam darah berkurang atau turun, hormonn paratiroid akan bertambah atau mengubah kalsifediol menjadi kalsitriol. Kemudian terjadilan peningkatan penyerapan kalsium dari usus. Kalau tidak sedang kekurangan kalsium, tubuh berpeluang menyerap kembali kalsium dari ginjal, sehingga kadar kalsium dalam darah kembali normal. Makanya, sangat dianjurkan menyantap asupan yang cukup mengandung kalsium. 

Vitamin D merupakan salah satu sumber kalsium. Ia bisa didapat dari ikan laut, hati, dan kuning telur. Tapi karena tidak larut dalam air, vitamin ini tidak bisa segera dibuang jika stoknya di dalam tubuh berlebihan. Padahal, penumpukan vitmain D dapat meningkatkan produksi kalsitriol. Ujung-ujungnya, mengakibatkan penyerapan kalsium atau demineralisasi dari usus dan tulang. Untunglah, kasus kelebihan vitmain D ini jarang terjadi. Kalaupun ada, biasanya akiabt menelan suplemen secara berlebihan. 

Perlu dicatat, kebutuhan vitamin D dalam sehari sekitar 400 IU (international unit) dan tidak boleh melebihi 2.000 IU. Susu sapi menjadi sumber kalsium alami terbaik, karena paling mudah diserap usus. Satu liter susu sapi murni, misalnya, mengandung 4 - 40 IU vitamin D3, satu butir kuning telur mengandung 150 - 400 IU vitamin D3, dan susu bubuk biasanya diperkaya vitamin D2 sebanyak 400 IU/liter. Suplemen vitamin D hanya dibutuhkan kalau seseorang kurang terkena sinar Matahari. 

Khusus asupan protein, baru tahun 1998 dan 2000, J.E. Kerstettter dan kawan-kawan membuktikan secara langsung bahwa tingkat konsumsi protein yang kurang dari 0,9 g per kilogram berat badan dalam sehari, akan merangsang kenaikan hormon paratiroid dan kasitriol, sheingga mengakibatkan demineralisasi. Sebaliknya, konsumsi protein 1 - 1,5 g untuk tiap kilogram berat badan dalam sehari dapat menjaga keseimbangan metabolisme dan kadar kalsium dalam darah, sehingga terjadi keseimbangan antara mineralisasi dan demineralisasi tulang. 

Terakhir, osteoporosis memang lebih banyak menyerang pria dan wanita gaek. Upaya pencegahan paling efektif justru terjadi di usia muda, 10 - 35 tahun, umur yang umumnya ditandai kekhawatiran wanita terhadap kelangsingan tubuhnya. Tak heran kalau proses mineralisasi tulang pada wanita kerap tidak berjalan maksimal. Kalau mineralisasi tulang menjelang menopause sudah terganggu, risiko untuk menderita osteoporosis menjadi jauh lebih besar. 

Untuk mencegah osteoporosis, pilihannya memang cuma ada dua. Bersusah-susah di masa muda dengan mengonsumsi kalsium secara benar, lalu bersenang-senang kemudian di usia lanjut. Atau bersenang-senang dulu dengan tak mempedulikan jenis asupan yang masuk ke badan, menderita tulang keropos kemudian. (intisari)




Aktivitas Fisik Turunkan Risiko Osteoporosis

Pola hidup tidak teratur dan kurangnya aktivitas fisik sehari-hari dapat menyebabkan kepadatan tulang rendah, sehingga menyebabkan osteoporosis. 

Osteoporosis disebut sebagai silent disease, karena tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas sampai seseorang mengalami patah tulang. Pasien osteoporosis baru tahu ketika tulang mereka menjadi sangat lemah, sehingga tulang belakang atau pinggul patah hanya akibat terjatuh saat berjalan, misalnya. 

"Osteoporosis ternyata bisa dicegah gaya hidup sehat, perbanyak konsumsi kalsium, vitamin D, dan rutin melakukan latian fisik agar tulang menjadi sehat dan kuat," kata Wakil Menteri Kesehatan Prof Dr Ali Ghufron Mukti dalam acara puncak peringatan Hari Osteoporosis Nasional di Jakarta, Minggu (21/10). 

Prof Ghufron menjelakan osteoporosis memang hadir tanpa gejala namun bisa dicegah salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 30 menit, minimal 3 kali seminggu agar semakin besar kesempatan hidup dengan tulang yang sehat." 

Patah tulang tentu mempengaruhi aktifitas sehari-hari dan pada akhirnya menurunkan produktivitas masyarakat," jelasnya. 

Menurut Prof Gufron, umur harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat dari 70,7 tahun menjadi 72 tahun. Namun, meningkatnya umur harapan hidup berpengaruh terhadap peubahan pola penyakit sehingga penyakit degeneratif juga meningkat termasuk osteoporosis. 

Lebih lanjut Prof Gufron menguraikan, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, melaksanakan program deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk risiko osteoporosis. 

Program ini sambung, Prof Gufron, dilaksanakan oleh Pos Pembina Terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular. Untuk mendukung kegiatan ini, Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan alat Bone Densitometer ke seluruh provinsi di Indonesia. 

"Saat ini telah ada 3,314 kelompok masyarakat yang aktif melakukan kegiatan Posbindu penyakit tidak menular," urainya. Sementara, Direktur Utama Fonterra Brands Indonesia, Yon Handoyo menambahkan keterlibatan Anlene dalam kampanye yang bertajuk Indonesia Bergerak ini mengajak masyarakat Indonesia untuk rutin melakukan aktivitas olahraga dan mengkonsumsu susu tinggi kalsium untuk pencegahan osteoporosis. 

"Minum susu berkalsium tinggi dua kali sehari dapat menurunkan pelepasan mineral tulang. Tentunya harus dibarengi dengan hidup pola sehat dan gizi seimbang," tambahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan International Osteoporosis Foundation, Judy Stenmark, mengungkapkan, di seluruh dunia ada sekitar 200 juta orang menderita Osteoporosis. Pada 2050 diperkirakan angka patah tulang pinggul meningkat dua kali lipat pada wanita dan tiga kali lipat pada pria. 

"Laporan WHO juga menunjukkan sebanyak 50 persen patah tulang adalah patah tulang atas yang dapat mengakibatkan kecacatan seumur hidup dan kematian," ungkapnya. (inilah)