Showing posts with label tulang. Show all posts
Showing posts with label tulang. Show all posts

7 Cara mencegah osteoporosis pada wanita


Wanita memang rentan terhadap osteoporosis. Sebagian besar waktu kita sering dihabiskan hanya untuk berbicara tentang bagaimana untuk mendeteksi osteoporosis atau cara mengobatinya. Tetapi, bukankah jauh lebih baik untuk mengetahui bagaimana cara mencegah osteoporosis itu sendiri? Nah, bagi Anda yang ingin tahu caranya, berikut adalah cara mencegah osteoporosis pada wanita, seperti dilansir Boldsky.


1. Kontrol berat badan



Obesitas adalah teman baik dari osteoporosis. Jadi, pastikan Anda selalu menjaga berat badan sehingga, tulang Anda tidak terlalu banyak berada di bawah tekanan. 



2. Mengonsumsi kalsium 



Osteoporosis disebabkan oleh kekurangan kalsium. Karena wanita cenderung kehilangan kalsium dari tubuh mereka dengan mudah, mereka harus memiliki proporsi yang lebih tinggi dari makanan yang kaya kalsium seperti susu, produk susu, bayam, brokoli, makanan laut, dll. 



3. Jangan abaikan nyeri tubuh 



Setiap jenis nyeri tubuh yang terjadi secara terus-menerus, terutama nyeri sendi, dapat menjadi pemicu osteoporosis. Jangan pernah menunda untuk pergi ke dokter dan mendapatkan tes tulang. 



4. Jangan melakukan diet ketat



Diet untuk menurunkan berat badan dengan cepat adalah salah satu hal terburuk yang dapat Anda lakukan untuk tubuh Anda. Jangan melakukan diet semacam ini karena akan membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi penting seperti kalsium. 



5. Olahraga secara teratur 



Berolahraga secara teratur untuk menjaga tulang Anda tetap fleksibel. Segala sesuatu yang tidak digunakan dalam kurun waktu yang lama bisa jadi berkarat. Hal yang sama juga berlaku untuk tulang Anda. 



6. Mengonsumsi suplemen berkalsium setelah menopause 



Segera setelah Anda mengalami menopause, hormon estrogen yang melindungi tulang Anda akan berkurang sebagian besar. Jadi, mulailah untuk mengonsumsi suplemen berkalsium segera setelah Anda berhenti menstruasi. 



7. Berjemur di bawah sinar matahari



Tanpa vitamin D, tubuh Anda tidak dapat memproses kalsium. Dan Vitamin D diproduksi di dalam tubuh ketika Anda mendapatkan sinar matahari pagi yang sehat. 



Ini adalah beberapa cara sederhana namun efektif untuk mencegah osteoporosis secara alami. Selamat mencoba! (merdeka)



Lima Mitos Masalah Tulang

Kesehatan tulang merupakan bagian penting dari tubuh yang sehat. Kenyataannya di zaman modern ini banyak orang mengalami masalah dengan tulang rapuh, nyeri, dan gangguan serius seperti osteoporosis. 

Berikut ini lima mitos tentang kesehatan tulang yang harus Anda ketahui. 

1. Hanya wanita yang menderita osteoporosis

Ketika jumlah kalsium dalam tulang menurun sesuai dengan bertambahnya usia, seseorang makin berisiko mengalami osteoporosis. Bukan hanya wanita, pria pun rentan terhadap osteoporosis. 

2. Postur tubuh yang buruk menyebabkan nyeri punggung

Postur merupakan salah satu penyebab rasa sakit di punggung. Namun, rasa sakit bisa juga karena kombinasi dari masalah kesehatan lainnya. 

3. Konsumsi kalsium dapat menyebabkan batu ginjal

Kalsium merupakan mineral yang larut dalam air, sehingga tidak masuk akal mengatakan hal itu bisa menyebabkan munculnya batu ginjal. Kalsium oksalat juga ditemukan dalam makanan laut dapat membentuk batu ginjal. 

4. Pria membutuhkan kalsium kurang dari wanita

Pria dan wanita sama-sama membutuhkan jumlah kalsium yang setara dengan bertambahnya usia. Wanita membutuhkan kalsium tambahan sampai usia 51 tahun, sedangkan pria membutuhkannya setelah usia 71 tahun.

5. Istirahat adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah tulang

Ini bukan cara terbaik untuk memecahkan masalah jika mengalami masalah tulang. Sebaliknya, melakukan beberapa olahraga ringan untuk menyingkirkan sakit punggung bukannya malahan meringkuk di tempat tidur. 

Jangan sekali-sekali meremehkan masalah yang Anda alami. Jika nyeri semakin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter. (intisari)



Jus Jeruk Kokohkan Tulang


Anda pikir tulang Anda sudah pasti kuat? Pikirkan lagi! 

Kami berikan sumber makanan yang kaya kalsium dan bagaimana semuanya bekerja untuk tulang Anda. 

Yogurt

Makanan fermentasi ini mengandung kalsium tinggi. Mineral ini amat baik dalam membantu tulang menjadi padat. 

Keju mozarella

Keju mozarella merupakan sumber kalsium, fosfor dan magnesium yang dapat memperkokoh tulang. Meskipun begitu, tak berarti Anda bebas memesan pizza tanpa kendali.

Jus jeruk

Banyak yang tak menyadari bahwa jeruk turut menyehatkan tulang. Buah ini mengandung fosfor dan kalsium, selain kaya vitamin C. Menurut penelitian European Prospective Investigation of Cancer Incidence (EPIC), orang yang rajin mengonsumsi jeruk berisiko mengidap rematik tulang lebih rendah. 

Tahu

Mengonsumsi kedelai membantu penyerapan kalsium untuk tulang. Selain itu, tahu juga memiliki kandungan isoflavon yang juga bisa membantu tubuh menguatkan matriks tulang Anda. (ghiboo)




Calcium Powder for Children ~ Kalsium Organik untuk Pertumbuhan Optimal Gigi dan Tulang Anak Anda

obat peninggi badan anak	, obat peninggi badan anak alami	, obat peninggi badan untuk anak2	, obat peninggi badan untuk anak remaja	, obat peninggi badan utk anak	, obat peninggi badan untuk anak usia 13 tahun	, obat peninggi badan untuk anak	, obat peninggi badan buat anak	, obat herbal peninggi badan anak	, obat tradisional peninggi badan anak	, obat peninggi badan anak anak	, obat peninggi badan anak alami	, obat peninggi badan utk anak	, obat peninggi badan untuk anak usia 13 tahun	, obat peninggi badan untuk anak	, obat peninggi badan buat anak	, obat herbal peninggi badan anak	, obat tradisional peninggi badan anak	, obat peninggi badan alami untuk anak	, obat peninggi badan untuk anak balita	, obat peninggi badan anak anak	, obat peninggi badan anak alami	, obat peninggi badan untuk anak-anak	, obat peninggi badan alami untuk anak	, obat peninggi badan buat anak anak	, obat peninggi badan buat anak	, obat peninggi badan untuk anak balita	, obat peninggi badan anak balita	, obat cina peninggi badan anak	, obat herbal peninggi badan anak	, obat herbal peninggi badan untuk anak	, obat peninggi badan pada anak	, obat peninggi badan untuk anak smp	, obat peninggi badan untuk anak remaja	, obat peninggi badan untuk anak smp	, obat peninggi badan untuk anak usia 13 tahun	, obat tradisional peninggi badan anak	, obat tradisional peninggi badan untuk anak	, obat peninggi badan untuk anak remaja	, obat peninggi badan utk anak	, obat peninggi badan untuk anak usia 13 tahun	, obat peninggi badan untuk anak	, obat peninggi badan alami untuk anak	, obat peninggi badan untuk anak balita	, obat herbal peninggi badan untuk anak	, obat peninggi badan untuk anak smp	, obat tradisional peninggi badan untuk anak	, obat peninggi badan untuk anak usia 13 tahun
Membantu pertumbuhan, meningkatkan kecerdasan, 
daya tahan tubuh dan nafsu makan. 



KANDUNGAN :

1. Whole Milk Powder.

2. Lecithin (Egg York Powder), berfungsi untuk meningkatkan fungsi dan aktivitas otak besar.

3. Non-dairy Creamer. 

4. Zymolitic Bone. Kalsium AA-Ca memiliki keunggulan berupa: 

- Tingkat penyerapan yang tinggi, tidak memerlukan Vitamin D3. 

- Struktur yang stabil sehingga tidak mudah bersatu dengan asam oksalat dan asam nabati di dalam usus. 

- Memiliki daya gabung yang sangat tinggi dengan jaringan tulang, 7 kali lipat daripada dengan jaringan lain, sehingga tidak menimbulkan penyakit pembentukan batu di dalam jaringan. 

- Bersifat netral sehingga tidak mengganggu saluran pencernaan terutama lambung. 

- Meningkatkan perkembangan enteric bacilli di dalam saluran pencernaan, mempertahankan fungsi normal saluran pencernaan dan meningkatkan imunitas tubuh. 


Fungsi : 

1. Menyempurnakan tumbuh kembang anak-anak dan remaja. 

2. Mempertahankan kesehatan tulang. 

3. Mengatur kontraksi dan relaksasi otot. 

4. Mengatur vitalitas sel-sel tubuh. 

5. Mempertahankan sirkulasi tubuh agar selalu normal. 

6. Mempertahankan detak jantung yang normal. 

7. Menjaga dan meningkatkan fungsi penglihatan.

8. Mengandung zat gizi penting bagi anak.


Sangat disarankan bagi : semua anak-anak mulai usia 2-3 tahun, dan remaja yang sedang tumbuh, terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan memilih-milih makanan. 


Keterangan :

1. Aturan : 1-2 x 1 bungkus

2. Diseduh dengan air hangat bersuhu 60-70 derajat Celcius.

3. Dapat dikonsumsi bersama makanan lain.

4. POM SI 034-208-641




HARGA : IDR. 200.000,- / box isi 10 sachets

RESELLER WELCOME

Kalsium Tidak Hanya Buat Tulang

Banyak awam percaya, kalsium hanya ada, dibutuhkan, serta punya peran vital untuk tulang. Terutama untuk mencegah datangnya penyakit tulang keropos alias osteoporosis. Pandangan tak akurat itu bisa dimaklumi, mengingat lebih dari 98% kalsium memang berdomisili di tulang. Namun, salah besar kalau beranggapan, peran kalsium yang wara-wiri di luar tulang hanyalah sebagai anak bawang. 

Meski jumlahnya minoritas (hanya sekitar 2%), bala tentara kalsium di luar tulang justru lebih agresif dan sangat penting perannya dalam mencegah osteoporosis. Mereka mendukung kegiatan enzim, hormon, saraf, otot, dan pembekuan darah. Kalsium yang berada di dalam darah bahkan menjadi ukuran keseimbangan kadar kalsium di seluruh tubuh, yang ditentukan oleh hormon paratiroid. 

Bala tentara itu juga berpengaruh terhadap penempatan kalsium ke dalam jaringan tulang atau biasa disebut dengan proses mineralisasi. Di sisi lain, mereka pun berjasa dalam mencegah pengambilan kalsium dari jaringan tulang, yang dikenal sebagai proses demineralisasi. Osteoporosis sendiri terjadi ketika gelombang demineralisasi melebihi aktivitas mineralisasi. Nah, kalau kadar kalsium dalam darah normal, logikanya proses mineralisasi dan demineralisasi berlangsung seimbang. 

Sebaliknya, ketika kadar kalsium dalam darah berkurang atau turun, hormonn paratiroid akan bertambah atau mengubah kalsifediol menjadi kalsitriol. Kemudian terjadilan peningkatan penyerapan kalsium dari usus. Kalau tidak sedang kekurangan kalsium, tubuh berpeluang menyerap kembali kalsium dari ginjal, sehingga kadar kalsium dalam darah kembali normal. Makanya, sangat dianjurkan menyantap asupan yang cukup mengandung kalsium. 

Vitamin D merupakan salah satu sumber kalsium. Ia bisa didapat dari ikan laut, hati, dan kuning telur. Tapi karena tidak larut dalam air, vitamin ini tidak bisa segera dibuang jika stoknya di dalam tubuh berlebihan. Padahal, penumpukan vitmain D dapat meningkatkan produksi kalsitriol. Ujung-ujungnya, mengakibatkan penyerapan kalsium atau demineralisasi dari usus dan tulang. Untunglah, kasus kelebihan vitmain D ini jarang terjadi. Kalaupun ada, biasanya akiabt menelan suplemen secara berlebihan. 

Perlu dicatat, kebutuhan vitamin D dalam sehari sekitar 400 IU (international unit) dan tidak boleh melebihi 2.000 IU. Susu sapi menjadi sumber kalsium alami terbaik, karena paling mudah diserap usus. Satu liter susu sapi murni, misalnya, mengandung 4 - 40 IU vitamin D3, satu butir kuning telur mengandung 150 - 400 IU vitamin D3, dan susu bubuk biasanya diperkaya vitamin D2 sebanyak 400 IU/liter. Suplemen vitamin D hanya dibutuhkan kalau seseorang kurang terkena sinar Matahari. 

Khusus asupan protein, baru tahun 1998 dan 2000, J.E. Kerstettter dan kawan-kawan membuktikan secara langsung bahwa tingkat konsumsi protein yang kurang dari 0,9 g per kilogram berat badan dalam sehari, akan merangsang kenaikan hormon paratiroid dan kasitriol, sheingga mengakibatkan demineralisasi. Sebaliknya, konsumsi protein 1 - 1,5 g untuk tiap kilogram berat badan dalam sehari dapat menjaga keseimbangan metabolisme dan kadar kalsium dalam darah, sehingga terjadi keseimbangan antara mineralisasi dan demineralisasi tulang. 

Terakhir, osteoporosis memang lebih banyak menyerang pria dan wanita gaek. Upaya pencegahan paling efektif justru terjadi di usia muda, 10 - 35 tahun, umur yang umumnya ditandai kekhawatiran wanita terhadap kelangsingan tubuhnya. Tak heran kalau proses mineralisasi tulang pada wanita kerap tidak berjalan maksimal. Kalau mineralisasi tulang menjelang menopause sudah terganggu, risiko untuk menderita osteoporosis menjadi jauh lebih besar. 

Untuk mencegah osteoporosis, pilihannya memang cuma ada dua. Bersusah-susah di masa muda dengan mengonsumsi kalsium secara benar, lalu bersenang-senang kemudian di usia lanjut. Atau bersenang-senang dulu dengan tak mempedulikan jenis asupan yang masuk ke badan, menderita tulang keropos kemudian. (intisari)




Tulang Kuat Hingga Tua

Tulang memiliki peran yang sangat vital dalam tubuh. Tanpa tulang, tubuh pasti akan kesulitan untuk berdiri tegak. 

Supaya tulang tak cepat rapuh dan patah, perlu dijaga pertumbuhan dan kesehatannya sedini mungkin. Karena risiko osteoporosis mengancam sesiapa saja. 

Anda pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan demi menjaga kepadatan tulang, bukan? Kami ulas sedikit, seperti dilansir melalui Best Health

Lebih banyak kalsium

Kalsium merupakan mineral penting untuk kepadatan tulang. Ayo tingkatkan asupan makanan yang kaya kalsium, seperti susu skim, telur, keju, roti, ikan, kacang almond dan sayuran hijau. 

Tambah asupan vitamin D

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Konsumsi makanan dengan kandungan vitamin D, seperti daging merah, hati, susu, margarin dan kuning telur. Mau yang murah meriah? Berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi tanpa mengoleskan tabis surya. 

Olahraga

Karena kesibukan setiap hari, kita jarang sekali meluangkan waktu berolahraga. Padahal olahraga mengurangi risiko osteoporosis. Rutinlah berjalan kaki selama 20-30 menit minimal tiga kali seminggu. Tidak berolahraga membuat tubuh mengeluarkan kalsium lewat urin, bukan menyimpannya di dalam tulang Anda. 

Mulai gaya hidup sehat

Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol membantu menyelamatkan kekuatan tulang Anda. Pasalnya, perokok dan peminum berisiko lebih tinggi terkena osteoporosis. (ghiboo)




Osteoartritis : Penyakit Sendi Degeneratif

Osteoartritis (OA) adalah inflamasi persendian yang disebabkan oleh penipisan dan kerusakan tulang rawan. 

Sendi terdiri dari dua ujung tulang yang tertutupi tulang rawan dan ligamen–otot yang menahan kedua tulang tetap menyatu. Tulang rawan adalah zat protein yang memungkinkan tulang meluncur di atas satu sama lain dan bertindak sebagai “bantalan peredam kejut”. Ketika tulang rawan menipis atau rusak, tulang-tulang Anda saling bergesekan tanpa bantalan. Hal ini pada akhirnya akan merusak sendi. 

OA dapat mempengaruhi semua sendi di tubuh, tetapi paling sering pada persendian di pinggul, lutut, tangan, kaki, dan tulang belakang. 

OA adalah jenis artritis yang paling umum. Sekitar satu dari tiga orang berusia lebih dari 60 tahun memiliki osteoartritis. Di atas usia 70, hampir semua orang memiliki beberapa tingkat kondisi osteoartritis (walaupun mungkin sangat ringan sehingga tidak menimbulkan gejala apapun). Sebelum usia 45, osteoartritis lebih sering terjadi pada laki-laki. Setelah usia 55 tahun, jumlah wanita yang menderita artritis meningkat. 


Gejala 

Gejala-gejala OA berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang hanya merasakan sakit ringan dan kekakuan, pada orang lain gejalanya parah dan melumpuhkan. 

- Nyeri. Ini adalah gejala awal dan biasanya diperparah oleh penggunaan sendi dan berkurang dengan istirahat. 

- Kekakuan sendi sementara setelah masa istirahat (seperti bangun tidur di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu lama). Kekakuan cenderung menghilang setelah menggunakan persendian selama 5-15 menit. 

- Pembengkakan dan kemerahan pada persendian. 

- Kelemahan otot-otot di sekitar sendi yang terkena, kadang-kadang menimbulkan perasaan ketidakstabilan sendi. 

- Pengurangan mobilitas dan fleksibilitas sendi. 

- Perasaan atau suara berderak ketika menggerakkan sendi. 


Penyebab 

Sebagian besar kasus OA tidak diketahui penyebabnya dan disebut OA primer. Ketika penyebab OA diketahui, kondisinya disebut OA sekunder. Kondisi yang dapat menyebabkan OA sekunder termasuk sendi abnormal sejak lahir (kelainan bawaan), diabetes dan gangguan hormon lainnya, asam urat, obesitas, trauma berulang atau pembedahan pada struktur sendi. 


Faktor risiko 

Risiko OA meningkat seiring pertambahan usia, terutama setelah usia 45 tahun. Seiring penuaan, kadar air pada tulang rawan meningkat dan susunan protein tulang rawan terdegenerasi. Di sisi lain, penggunaan berulang-ulang pada sendi selama bertahun-tahun membuat tulang rawan teriritasi dan terinflamasi. Akhirnya, tulang rawan mulai menipis oleh pengikisan atau membentuk retakan-retakan kecil. Peradangan tulang rawan juga dapat merangsang pertumbuhan tulang baru (disebut osteophytes) di sekitar sendi. 

Selain faktor penuaan, risiko OA meningkat bila: 

- Melakukan tekanan terus-menerus pada sendi, seperti terlalu sering menggunakan persendian di tempat kerja 

- Memiliki masalah berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan tekanan pada sendi yang menahan beban seperti pinggul dan lutut. Hal ini meningkatkan risiko kerusakan tulang rawan. 

- Pernah mengalami cedera atau pembedahan sendi, terutama jika sendi tidak sembuh dengan baik. Hal ini sering menyebabkan OA pada orang muda. 

- Kecenderungan genetik. Beberapa orang mewarisi gen yang menyebabkan tulang rawan mudah rusak, dengan gejala-gejala muncul di usia pertengahan. 

- Memiliki jenis lain dari artritis. Rematik, misalnya, dapat merusak sendi-sendi dan menyebabkan OA. 


Diagnosis 

Dokter menggunakan sejumlah metode untuk mendiagnosis OA, di antaranya: 

- Wawancara untuk mendapatkan gambaran tanda dan gejala, kapan mulai dan bagaimana OA mempengaruhi hidup Anda. 

- Pemeriksaan fisik persendian yang terkena dampak, termasuk penilaian fleksibilitas dan mobilitas. 

- Analisis rontgen dari sendi tulang rawan untuk mengidentifikasi keausan, kerusakan tulang, dan kehadiran osteophytes. 

- Analisis cairan sendi yang terkena. 

- Tes darah untuk mengesampingkan penyebab lain, terutama jenis lain artritis, seperti rheumatoid arthritis. 


Perawatan 

Perawatan OA termasuk terapi fisik untuk meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas, meningkatkan kekuatan otot-otot yang mendukung sendi, obat untuk mengatasi rasa sakit, dan pembedahan. Obat non-resep mungkin cukup untuk mengobati rasa sakit dan bengkak pada gejala yang ringan, namun obat resep oral dan injeksi dibutuhkan untuk gejala yang lebih parah. 

Operasi adalah pilihan jika sendi rusak parah atau menyebabkan gejala parah. Berbagai jenis pilihan operasi yang tersedia termasuk penggantian sendi (dengan prostesis artifisial), penghapusan osteophytes, perbaikan cacat tulang dan rehabilitasi sendi. Perawatan alternatif dapat dipertimbangkan dalam kondisi kronis di mana obat tidak mungkin atau tidak efektif. 


Pencegahan 

Banyak kasus OA dapat dicegah dengan beberapa hal berikut: 

- Jaga berat badan. Untuk mencegah perkembangan OA di kemudian hari dalam hidup Anda, jagalah berat badan yang sehat. Kelebihan berat dapat menempatkan tekanan berat pada bantalan sendi seperti lutut atau pinggul dan meningkatkan keausan dan perpecahan pada tulang rawan. 

- Lindungi persendian Anda dari cedera. Luka ringan berulang karena sering berlutut, berjongkok, atau postur lain yang menempatkan tekanan pada sendi lutut dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan. 

- Berolah raga. Olahraga rendah impak seperti bersepeda, berjalan dan berenang dapat membantu mengurangi nyeri, menjaga fleksibilitas sendi, meningkatkan kekuatan otot, menguatkan tulang dan sendi, mencegah deformitas sendi, dan meningkatkan kebugaran dan kesejahteraan pada umumnya. (majalahkesehatan)


SUPLEMEN PENDUKUNG : 


Aktivitas Fisik Turunkan Risiko Osteoporosis

Pola hidup tidak teratur dan kurangnya aktivitas fisik sehari-hari dapat menyebabkan kepadatan tulang rendah, sehingga menyebabkan osteoporosis. 

Osteoporosis disebut sebagai silent disease, karena tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas sampai seseorang mengalami patah tulang. Pasien osteoporosis baru tahu ketika tulang mereka menjadi sangat lemah, sehingga tulang belakang atau pinggul patah hanya akibat terjatuh saat berjalan, misalnya. 

"Osteoporosis ternyata bisa dicegah gaya hidup sehat, perbanyak konsumsi kalsium, vitamin D, dan rutin melakukan latian fisik agar tulang menjadi sehat dan kuat," kata Wakil Menteri Kesehatan Prof Dr Ali Ghufron Mukti dalam acara puncak peringatan Hari Osteoporosis Nasional di Jakarta, Minggu (21/10). 

Prof Ghufron menjelakan osteoporosis memang hadir tanpa gejala namun bisa dicegah salah satunya dengan rutin melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 30 menit, minimal 3 kali seminggu agar semakin besar kesempatan hidup dengan tulang yang sehat." 

Patah tulang tentu mempengaruhi aktifitas sehari-hari dan pada akhirnya menurunkan produktivitas masyarakat," jelasnya. 

Menurut Prof Gufron, umur harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat dari 70,7 tahun menjadi 72 tahun. Namun, meningkatnya umur harapan hidup berpengaruh terhadap peubahan pola penyakit sehingga penyakit degeneratif juga meningkat termasuk osteoporosis. 

Lebih lanjut Prof Gufron menguraikan, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, melaksanakan program deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk risiko osteoporosis. 

Program ini sambung, Prof Gufron, dilaksanakan oleh Pos Pembina Terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular. Untuk mendukung kegiatan ini, Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan alat Bone Densitometer ke seluruh provinsi di Indonesia. 

"Saat ini telah ada 3,314 kelompok masyarakat yang aktif melakukan kegiatan Posbindu penyakit tidak menular," urainya. Sementara, Direktur Utama Fonterra Brands Indonesia, Yon Handoyo menambahkan keterlibatan Anlene dalam kampanye yang bertajuk Indonesia Bergerak ini mengajak masyarakat Indonesia untuk rutin melakukan aktivitas olahraga dan mengkonsumsu susu tinggi kalsium untuk pencegahan osteoporosis. 

"Minum susu berkalsium tinggi dua kali sehari dapat menurunkan pelepasan mineral tulang. Tentunya harus dibarengi dengan hidup pola sehat dan gizi seimbang," tambahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan International Osteoporosis Foundation, Judy Stenmark, mengungkapkan, di seluruh dunia ada sekitar 200 juta orang menderita Osteoporosis. Pada 2050 diperkirakan angka patah tulang pinggul meningkat dua kali lipat pada wanita dan tiga kali lipat pada pria. 

"Laporan WHO juga menunjukkan sebanyak 50 persen patah tulang adalah patah tulang atas yang dapat mengakibatkan kecacatan seumur hidup dan kematian," ungkapnya. (inilah)