Showing posts with label otot. Show all posts
Showing posts with label otot. Show all posts

7 Nutrisi yang Membuat Otot Sehat

Mengurangi asupan kalori bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Karena otot-otot yang sehat dan kuat juga diperlukan tubuh. Untuk itu, Anda harus makan makanan bergizi untuk kesehatan otot Anda, seperti berikut ini.

1. Vitamin C

Makanan yang mengandung vitamin C baik untuk sirkulasi darah. Sehingga otot menerima cukup oksigen dan mampu mengembangkan kuat. Vitamin C juga merupakan pembuat kolagen, materi yang membentuk tulang dan fungsi otot. 

2. Minyak ikan

Aktivitas fisik akan membuat tubuh, terutama otot-otot merasa lelah. Agar cepat pulih, minyak ikan dianjukan untuk dikonsumsi. Minyak ikan memiliki khasiat yang cukup ampuh dalam mengurangi peradangan. Selain itu, minyak ikan kaya asam lemak omega-3 yang juga meningkatkan sensitivitas insulin sehingga dapat mencegah diabetes. 

3. Kalsium

Kalsium tidak hanya baik untuk tulang, tetapi juga untuk otot. Beberapa makanan yang mengandung kalsium bukan hanya produk susu saja, tetapi juga sayuran hijau dan suplemen. Jika Anda lebih suka mengonsumsi suplemen untuk asupan kalsium, pilihlah yang mengandung vitamin D juga. 

4. Magnesium

Banyak wanita tidak menyadari mereka kekurangan magnesium. Meskipun kekurangan mineral ini sebenarnya cukup buruk bagi kesehatan fisik, salah satunya otot-otot. Kurang magnesium menyebabkan nyeri otot dan sakit perut ketika wanita mengalami siklus menstruasi. 

5. Vitamin B

Berbagai vitamin B, yaitu B1, B2, B6, B7, dan B12, sangat penting untuk kesehatan otot. Terutama jika Anda ingin membangun otot yang kuat dan sehat pada saat yang sama. Seluruh vitamin B berperan dalam proses metabolisme pembakaran makanan menjadi energi untuk mengontrol kadar lemak dalam tubuh. 

6. Vitamin D

Matahari merupakan sumber vitamin D yang paling murah dan mudah diperoleh. Fungsinya tidak kecil, seperti meningkatkan mood, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membuat otot-otot sehat. Vitamin D diperlukan untuk kontraksi, mempertahankan fungsi, dan perubahan otot yang sehat. 

7. Vitamin E

Vitamin E juga berperan dalam menjaga otot sehat. Salah satu makanan yang kaya vitamin E adalah almon. Almon mengandung protein, lemak sehat, serat, dan tentu saja sehat. Khasiat vitamin E untuk otot adalah mengembalikan stamina dengan cepat setelah aktivitas fisik. (intisari)












Rahasia Lekuk Otot Indah

Tampil macho dengan tubuh berisi dan otot kekar memang impian pria. Pasalnya, bentuk tubuh seperti ini memiliki daya tarik tersendiri dimata wanita. 

Latihan beban berjam-jam di gym, tentu saja tak banyak membantu membentuk lekuk otot indah bila Anda tak tahu rumusnya. 

Usaha keras ini akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan asupan nutrisi yang tepat. 

M. Ferdiansyah Sechan, S. Si, SN, ahli sport nutrition dari Nutrifood Research Center menjelaskan bahwa tubuh memerlukan asupan protein sebagai bahan baku otot. 

"Otot tidak akan terbentuk jika protein tidak ada. Kandungan tersebut bisa ditemukan dalam kedelai susu, telur, dan dada ayam," jelasnya baru-baru ini. 

Untuk membentuk otot-otot tubuh, Anda yang rutin berolahraga memerlukan protein sebanyak 1,2 - 1,7 g/kg berat badan/ hari. Artinya, bila berat badan Anda 70 kg, maka kebutuhan protein hariannya adalah 70 kg x 1,2 g = 84 gram protein/hari. 

Walaupun merupakan nutrisi yang penting, mengkonsumsi terlalu banyak protein juga tidak disarankan karena adanya efek negatif dari asupan protein yang berlebihan. 

"Protein yang berlebihan di tubuh dan tidak diimbangi dengan olahraga akan diubah menjadi lemak. Akhirnya, risiko obesitas mengancam," terangnya. (ghiboo)



Spirulina Capsules ~ Ganggang Biru Kehijauan yang sangat kaya dengan asam amino dan protein lengkap










Nonitrend Capsules ~ Noni/Mengkudu sangat efektif untuk mengatasi keletihan otot dan anti nyeri

Vitaline Softgel Capsules ~ Antioksidan dan Antiaging Alami dan Terkuat


Anti oksidan alami, mencegah radikal bebas dan anti penuaan dini, membantu sistem syaraf, memperkuat daya ingat dan mencegah kepikunan, meningkatkan vitalitas sel pada jantung, hati dan ginjal, membantu mengatasi anemia, jerawat, pikun, rematik, hepatitis, dll.


KANDUNGAN :

1. Minyak kecambah gandum yang diekstraksi 0,02%.

2. Octacosanol :

- untuk stamina dan kelenturan otot.
- untuk ibu hamil trisemester kedua.

3. Vitamin E untuk antioksidan.

4. Asam Lanolenik yang merupakan asam lemak tak jenuh.

5. Beta Caroten yang berfungsi sebagai antioksidan tinggi.

6. Lechitin, nutrisi 70% untuk isi otak.


MANFAAT :

1. Mengatasi keletihan dan memberi tenaga tambahan pada tubuh.

2. Mencegah dan memperbaiki penyakit pembuluh darah.

3. Menurunkan kadar kolesterol.

4. Sebagai antioksidan dan antiaging tinggi.

5. Detoks kulit dan liver.

6. Mencegah kepikunan.

7. Merangsang pertumbuhan sel otak janin.

8. Mengatasi keletihan otot.

9. Mengatasi kesemutan dan melancarkan peredaran darah pada tangan dan kaki.

10. Menghilangkan jerawat, flek, dan menghaluskan kulit.


Sangat disarankan bagi orang yang : 

- sering stres, bertubuh lemah, sering kena flu, manula, dan yang sering mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. 

- Penderita hiperlipidemia dan penyakit pembuluh darah jantung, serta penderita masalah hati. Mereka yang perduli dengan kecantikan.


Keterangan : 

1. Aturan pakai : 3x1 softgel sesudah makan.

2. Bisa dioleskan ke kulit HANYA untuk kulit kering.

3. Kemasan : botol isi 30 softgel x 800mg.

4. POM : POM SI 034-308-661

5. KONTRAINDIKASI : Anak-anak di bawah 12 tahun.





HARGA : Rp. 222.000,- /botol

RESELLER WELCOME

Osteoartritis : Penyakit Sendi Degeneratif

Osteoartritis (OA) adalah inflamasi persendian yang disebabkan oleh penipisan dan kerusakan tulang rawan. 

Sendi terdiri dari dua ujung tulang yang tertutupi tulang rawan dan ligamen–otot yang menahan kedua tulang tetap menyatu. Tulang rawan adalah zat protein yang memungkinkan tulang meluncur di atas satu sama lain dan bertindak sebagai “bantalan peredam kejut”. Ketika tulang rawan menipis atau rusak, tulang-tulang Anda saling bergesekan tanpa bantalan. Hal ini pada akhirnya akan merusak sendi. 

OA dapat mempengaruhi semua sendi di tubuh, tetapi paling sering pada persendian di pinggul, lutut, tangan, kaki, dan tulang belakang. 

OA adalah jenis artritis yang paling umum. Sekitar satu dari tiga orang berusia lebih dari 60 tahun memiliki osteoartritis. Di atas usia 70, hampir semua orang memiliki beberapa tingkat kondisi osteoartritis (walaupun mungkin sangat ringan sehingga tidak menimbulkan gejala apapun). Sebelum usia 45, osteoartritis lebih sering terjadi pada laki-laki. Setelah usia 55 tahun, jumlah wanita yang menderita artritis meningkat. 


Gejala 

Gejala-gejala OA berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang hanya merasakan sakit ringan dan kekakuan, pada orang lain gejalanya parah dan melumpuhkan. 

- Nyeri. Ini adalah gejala awal dan biasanya diperparah oleh penggunaan sendi dan berkurang dengan istirahat. 

- Kekakuan sendi sementara setelah masa istirahat (seperti bangun tidur di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu lama). Kekakuan cenderung menghilang setelah menggunakan persendian selama 5-15 menit. 

- Pembengkakan dan kemerahan pada persendian. 

- Kelemahan otot-otot di sekitar sendi yang terkena, kadang-kadang menimbulkan perasaan ketidakstabilan sendi. 

- Pengurangan mobilitas dan fleksibilitas sendi. 

- Perasaan atau suara berderak ketika menggerakkan sendi. 


Penyebab 

Sebagian besar kasus OA tidak diketahui penyebabnya dan disebut OA primer. Ketika penyebab OA diketahui, kondisinya disebut OA sekunder. Kondisi yang dapat menyebabkan OA sekunder termasuk sendi abnormal sejak lahir (kelainan bawaan), diabetes dan gangguan hormon lainnya, asam urat, obesitas, trauma berulang atau pembedahan pada struktur sendi. 


Faktor risiko 

Risiko OA meningkat seiring pertambahan usia, terutama setelah usia 45 tahun. Seiring penuaan, kadar air pada tulang rawan meningkat dan susunan protein tulang rawan terdegenerasi. Di sisi lain, penggunaan berulang-ulang pada sendi selama bertahun-tahun membuat tulang rawan teriritasi dan terinflamasi. Akhirnya, tulang rawan mulai menipis oleh pengikisan atau membentuk retakan-retakan kecil. Peradangan tulang rawan juga dapat merangsang pertumbuhan tulang baru (disebut osteophytes) di sekitar sendi. 

Selain faktor penuaan, risiko OA meningkat bila: 

- Melakukan tekanan terus-menerus pada sendi, seperti terlalu sering menggunakan persendian di tempat kerja 

- Memiliki masalah berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan tekanan pada sendi yang menahan beban seperti pinggul dan lutut. Hal ini meningkatkan risiko kerusakan tulang rawan. 

- Pernah mengalami cedera atau pembedahan sendi, terutama jika sendi tidak sembuh dengan baik. Hal ini sering menyebabkan OA pada orang muda. 

- Kecenderungan genetik. Beberapa orang mewarisi gen yang menyebabkan tulang rawan mudah rusak, dengan gejala-gejala muncul di usia pertengahan. 

- Memiliki jenis lain dari artritis. Rematik, misalnya, dapat merusak sendi-sendi dan menyebabkan OA. 


Diagnosis 

Dokter menggunakan sejumlah metode untuk mendiagnosis OA, di antaranya: 

- Wawancara untuk mendapatkan gambaran tanda dan gejala, kapan mulai dan bagaimana OA mempengaruhi hidup Anda. 

- Pemeriksaan fisik persendian yang terkena dampak, termasuk penilaian fleksibilitas dan mobilitas. 

- Analisis rontgen dari sendi tulang rawan untuk mengidentifikasi keausan, kerusakan tulang, dan kehadiran osteophytes. 

- Analisis cairan sendi yang terkena. 

- Tes darah untuk mengesampingkan penyebab lain, terutama jenis lain artritis, seperti rheumatoid arthritis. 


Perawatan 

Perawatan OA termasuk terapi fisik untuk meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas, meningkatkan kekuatan otot-otot yang mendukung sendi, obat untuk mengatasi rasa sakit, dan pembedahan. Obat non-resep mungkin cukup untuk mengobati rasa sakit dan bengkak pada gejala yang ringan, namun obat resep oral dan injeksi dibutuhkan untuk gejala yang lebih parah. 

Operasi adalah pilihan jika sendi rusak parah atau menyebabkan gejala parah. Berbagai jenis pilihan operasi yang tersedia termasuk penggantian sendi (dengan prostesis artifisial), penghapusan osteophytes, perbaikan cacat tulang dan rehabilitasi sendi. Perawatan alternatif dapat dipertimbangkan dalam kondisi kronis di mana obat tidak mungkin atau tidak efektif. 


Pencegahan 

Banyak kasus OA dapat dicegah dengan beberapa hal berikut: 

- Jaga berat badan. Untuk mencegah perkembangan OA di kemudian hari dalam hidup Anda, jagalah berat badan yang sehat. Kelebihan berat dapat menempatkan tekanan berat pada bantalan sendi seperti lutut atau pinggul dan meningkatkan keausan dan perpecahan pada tulang rawan. 

- Lindungi persendian Anda dari cedera. Luka ringan berulang karena sering berlutut, berjongkok, atau postur lain yang menempatkan tekanan pada sendi lutut dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan. 

- Berolah raga. Olahraga rendah impak seperti bersepeda, berjalan dan berenang dapat membantu mengurangi nyeri, menjaga fleksibilitas sendi, meningkatkan kekuatan otot, menguatkan tulang dan sendi, mencegah deformitas sendi, dan meningkatkan kebugaran dan kesejahteraan pada umumnya. (majalahkesehatan)


SUPLEMEN PENDUKUNG :