Showing posts with label kanker payudara. Show all posts
Showing posts with label kanker payudara. Show all posts

5 Jenis Nyeri di Payudara Yang Perlu Wanita Tahu

Wanita jaman sekarang tidak lepas dari bayang-bayang penyakit kanker dan tumor payudara. Penyakit yang satu ini memang menjadi salah satu resiko gaya hidup modern dan rentan stres pada wanita jaman sekarang. Kadang kita tak sempat melakukan olahraga dan sembarangan mengonsumsi makanan instant yang meningkatkan resiko kanker dan tumor payudara.

Jangan heran bila Anda mulai merasakan sakit atau nyeri di payudara Anda, mungkin ketakutan akan kedua penyakit ganas tersebut sudah mulai membayang-bayangi. Namun tahukah Anda, ada 5 macam nyeri di payudara yang tidak semuanya merupakan gejala kanker atau tumor payudara. Berikut ini beberapa jenis nyeri di payudara yang perlu Anda ketahui.

1. Kanker

Kita mulai dari penyebab terbesar nyeri-nyeri di payudara. Nyeri payudara yang disebabkan oleh kanker memang perlu diwaspadai. Oleh karena itu kita harus menyadari perubahan, benjolan atau apapun yang terasa janggal di payudara kita. Konsultasikan dengan beberapa dokter untuk mengetahui kejelasan gejala yang Anda alami.

2. PMS

Salah satu penyebab nyeri di payudara adalah PMS. Hal ini adalah pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron yang mengalami naik turun sebelum, selama bahkan setelah menstruasi tiba. Kondisi berbeda-beda pada masing-masing wanita. Bila Anda merasa nyeri payudara tapi tak menemukan benjolan, mungkin Anda bisa melihat kalender apakah berdekatan dengan siklus menstruasi bulanan.

3. Hamil

Penyebab lain nyeri di payudara adalah ketika Anda sedang dalam masa kehamilan. Tidak jauh berbeda dengan PMS, hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi hormonal. Bisa jadi dalam kondisi ini, payudara Anda mengalami nyeri sekaligus bengkak. Hal ini karena payudara juga mulai mempersiapkan diri sebelum anak lahir.

4. Puber

Well, bila nyeri terjadi pada masa remaja, bisa jadi Anda sedang mengalami perubahan dalam masa pubertas. Uniknya, nyeri payudara ini tak hanya dialami anak gadis, lho. Anak remaja pria juga bisa mengalami hal yang sama dalam pertumbuhannya.

5. Kista

Kista adalah salah satu penyebab umum mengapa wanita mengalami nyeri di payudara. Biasanya diatasi dengan operasi kecil. Kista muncul akibat perubahan tubuh dari remaja ke dewasa. Namun hal ini tidak selalu terjadi pada wanita.

Tidak perlu khawatir bila nyeri di payudara mendera. Cek perubahan yang terjadi dan apabila gejala berlanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan beberapa dokter untuk memastikan apakah perlu diambil tindakan tertentu. Selalu sayangi payudara Anda, Ladies. (vemale)

Sayuran Hijau Perkuat Tubuh Lawan Kanker

Pikirkan lagi jika kita tidak suka makan sayur. Makan sayuran hijau dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sayuran berdaun hijau bahkan dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

Sel-sel limfoid (innate lymphoid cells atau ILCs) pada sistem pencernaan melindungi tubuh dari bakteri jahat dalam usus. Sel-sel ini juga diyakini berperan mengontrol alergi makanan, penyakit peradangan, obesitas, bahkan mencegah kanker usus besar. ILCS juga mampu menyembuhkan luka kecil dalam jaringan sistem pencernaan.

Dalam temuan terbaru, peneliti dari Tea Walter and Eliza Hall Institute, Australia, menunjukkan ILCS bekerja di bawah pengaruh gen yang disebut T-bet. Menariknya, T-bet merespon dan bekerja dengan baik ketika tubuh mencerna sayuran berdaun hijau seperti selada dan kubis.

Dr. Gabrielle Belz menjelaskan, temuan ini dapat digunakan dalam pengembangan pengobatan penyakit, demikian dilansir Thirdage.

“Memahami cara kerja ILCS dan gen yang mengontrolnya sangat penting untuk mengembangkan metode baru yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit,” kata Belz.

Menurut Belz, peneliti masih harus melakukan banyak percobaan untuk mengontrol kinerja ILCS termasuk meningkatkannya ketika sel tidak sangat aktif menghadapi beberapa infeksi dan kanker, atau melemahkannya ketika kinerja sel-sel ini menjadi terlalu aktif, seperti yang terjadi pada penyakit inflamasi kronis. (intisari)

Inilah 8 Makanan Terbaik Pelawan Kanker

The National Cancer Institute (NCI) di Amerika Serikat membuktikan, makan buah dan sayur bisa mengurangi risiko terkena beberapa jenis kanker. Makanan nabati menyediakan vitamin, mineral, dan enzim penting yang bantu tubuh membentuk imunitas melawan kanker

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang. Penyakit ini ditakuti karena tak jarang penderitanya berujung pada kematian. 

Namun, tahukah Anda bahwa kanker ternyata tidak bisa hanya dilawan melalui pengobatan medis? Anda juga harus melawannya dengan pengaturan pola makan dan pola hidup yang sehat dan benar. Salah satu caranya adalah mengasup sayur yang memiliki kandungan nutrisi pembunuh sel kanker. 

Berikut ini jenis makanan terbaik untuk melawan penyakit kanker. Check these out!

Tomat

Tomat kaya akan lycopene, antioksidan yang mencegah radikal bebas penyebab kanker. Akan lebih baik jika diasup dalam bentuk saus tomat atau pasta tomat yang dimasak. Hebatnya, semakin panas, lycopene dalam tomat semakin terbentuk. Tomat juga mengandung vitamin C yang tinggi. Mengasup lycopene bisa mengurangi risiko kanker payudara, prostat, pankreas, dan usus besar. 

Untuk penyerapan lebih baik oleh tubuh, masaklah tomat dengan sedikit minyak. 

Teh Hijau

Mengandung beberapa zat antioksidan seperti polifenol atau katekin yang bisa mencegah sel-sel kanker semakin berkembang. Menurut laporan sebuah studi yang dimuat Journal of Cellular Biochemistry, zat polifenol ini tak hanya terdapat dalam teh hijau, tapi terdapat juga di dalam kandungan minyak zaitun. Teh hijau yang sudah dikeringkan, memiliki kandungan polifenol hingga 40 persen dari beratnya dan berfungsi mengurangi risiko kanker pencernaan, paru-paru, usus besar, liver dan pankreas. 

Hasil riset yang diterbitkan British Journal of Nutrition menyebutkan, mengonsumsi 2 cangkir teh hijau setiap hari selama sebulan bisa menurunkan tingkat kerusakan DNA hingga 20 persen. Anda bisa bebas kanker dan awet muda.

Ubi Merah

Kandungan betakaroten pada ubi merah juga tinggi. Ubi merah juga mengandung zat saponin, flavonoid, dan polifenol yang aktif berfungsi sebagai antioksidan dan anti kanker. Zat saponin bersifat anti radang dan antikarsionegik, yaitu mencekal zat-zat dari luar tubuh yang berpotensi menjadi sel kanker di dalam tubuh. Selain itu, kandungan vitamin C, vitamin E, betakaroten, serta, karbohidrat kompleks, dan rendah kalori juga bisa menjaga tingkat gula darah. 

Ubi merah sangat baik bagi manula karena vitamin B (B6 dan asam folat) di dalamnya bisa menghindarkan dari penyakit kepikunan.

Brokoli

Nutrisi utamanya tentu saja serat. Brokoli adalah sumber makanan kaya mineral seperti thiamin, niacin, asam pantothenat, kalsium, besi, selenium, vitamin A, vitamin C, vitamin B6, folat, magnesium, dan fosfor. Namun, zat aktif yang melawan kanker pada brokoli adalah isothiocyanate yang juga bisa ditemukan pada selada air, kubis, kembang kol, dan brussel sprout. Zat tersebut berfungsi menghentikan perkembangan sel kanker.

Brokoli juga mengandung zat kuat sulforaphane yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh melawan sel kanker. Namun, hati-hati dalam mengolah brokoli jika terlalu matang. Sebab, ada sekitar 90% anti kanker yang hilang. Jadi, rebus atau kukus brokoli sebentar saja ya!

Wortel

Warna jingga pada wortel menandakan bahwa kandungan betakaroten di dalamnya tinggi. Betakaroten ini berfungsi menangkal radikal bebas atau polusi yang bersifat karsinogen. Selain itu, ada kandungan antioksidan alami lain dalam wortel bernama alfakaroten. Pria yang mengasup alfakaroten dosis tinggi memiliki risiko terkena kanker paru-paru lebih rendah. Sebuah studi yang dimuat Journal of Agricultural and Food Chemistry juga menyebutkan, falcarinol membantu melindungi wortel dari jamur dan pestisida.

Bawang Putih

National Cancer Institute di Amerika Serikat tidak menyarankan asup suplemen untuk mencegah kanker. Namun, NCI menyebutkan bahwa bawang putih adalah jenis sayuran yang berpotensi antikanker. Bawang putih juga mengandung zat arginine, oligosaccharides, flavanoid, dan selenium serta bersifat anti radang dan anti bakteri. Baunya yang menyengat berasal dari kandungan sulfur yang tinggi, yaitu allyl sulfur yang memperlambat kerusakan sel tubuh akibat perkembangan sel kanker. 

Bayam Merah/Bayam Hijau

Bayam mengandung zat antioksidan tinggi dan zat gizi seperti vitamin A, C, E, K, B1, B6, serta mineral seperti kalium, kalsium, besi dan masih banyak lagi. Bayam juga mengandung fitonutrisi yang melemahkan sel kanker dan mengurani radang (salah satu proses dasar perkembangan kanker). Beberapa kanker yang bisa dicegah dengan bayam antara lain, kanker usus besar, prostat, payudara dan pencernaan.

Jika Anda memilih bayam merah akan lebih baik lagi. Pasalnya, warna merah pada bayam mera menandakan tingginya kandungan lycopene. Selain itu, pigmen merahnya juga mengandung flavonoid dan antosianin yang aktif sebagai zat anti kanker dan anti radang. Hanya saja, perhatikan bagi penderita asam urat. Karena bayam memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.

Kedelai

Soal kedelai, Anda pasti lebih tahu kandungan proteinnya yang tinggi. Namun, kedelai punya zat aktif pelawan kanker bernama genistein. Dalam artikel yang dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute, disebutkan bahwa genistein diduga zat aktif anti kanker yang bekerja dengan melemahkan sel kanker sehingga pertumbuhan kanker melambat dan tidak berkembang. 

Selain itu, zat isoflavon di dalamnya berfungsi melindungi sel dari efek buruk kelebihan hormon estrogen. Kedelai baik untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara dan prostat. (duniafitnes)








Mencegah Kanker Payudara: 6 Hal yang Wajib Diketahui Wanita

Bukan rahasia umum jika kanker payudara menjadi momok menakutkan bagi setiap wanita di dunia. Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering terjadi pada setiap wanita, meski beberapa kasus juga pernah terjadi pada pria.

Kanker merupakan kondisi di mana sel-sel telah kehilangan kendali dan mekanisme normal, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan tidak terkendali, begitu juga dengan sel kanker payudara. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab spesifik kanker payudara.

Namun demikian, terdapat sejumlah faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, dan masih banyak lagi.
 
Namun, Anda tak perlu khawatir karena ada langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Berikut 6 di antaranya:

1. Jangan Merokok

Kampanye anti merokok telah bergaung di seluruh penjuru dunia sebagai reaksi dari meningkatnya kasus kanker yang diakibatkan kebiasaan merokok, termasuk kanker payudara. Sebuah kajian baru yang dikemukakan tim peneliti dari Kanada menyebutkan bahwa wanita premenopause baik perokok aktif maupun pasif lebih mungkin terkena kanker payudara.

Bahkan wanita yang sudah merokok di usia muda berisiko 20 persen mengembangkan kanker payudara. Angka tersebut akan meningkat hingga 45 persen jika mereka tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok di tahun-tahun selanjutnya.

2. Hindari Minuman Beralkohol

The American Cancer Society menyatakan bahwa risiko kanker payudara akan meningkat jika wanita tersebut terbiasa mengonsumsi minuman beralkohol. Wanita yang setiap hari mengonsumsi 1-2 gelas minuman beralkohol berarti berisiko 1-2 kali lebih besar terkena kanker payudara.

3. Jaga Pola Makan

Hindari konsumsi lemak hewani yang berlebihan. Perbanyaklah mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar seperti, bayam, brokoli, buah beri, delima dan masih banyak lagi. Kalau pun Anda ingin mengonsumsi makanan yang digoreng, gunakan minyak zaitun untuk memproses makanan Anda.

4. Tingkatkan Aktivitas Fisik

Jangan beranggapan bahwa untuk memerangi kanker payudara Anda harus melakukan latihan yang berat. Bahkan hanya dengan jalan kaki saja Anda sudah bisa menurunkan risiko kanker payudara. Para ahli merekomendasikan wanita untuk melakukan olahraga ringan seperti, jalan cepat, berenang dan jogging. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan yang dilakukan selama dua jam atau lebih dapat mengurangi risiko kanker hingga 30 persen.

5. Turunkan Berat Badan

Mengurangi berat badan ternyata dapat mengurangi risiko kanker payudara. Penelitian menunjukkan, wanita overweight yang berhasil menurunkan 5 persen dari berat badan mereka, berarti 50 persen berisiko lebih rendah terkena kanker payudara.

Selain itu, wanita overweight yang sanggup menurunkan berat badan memiliki kadar estrogen dan testosteron yang lebih rendah 10-20 persen daripada wanita overweight. Hormon estrogen yang berkaitan dengan kanker payudara (estrogen reseptif) ditemukan pada 70 persen kasus kanker payudara.

6. Rajin Menyusui

Tim peneliti dari Columbia University menemukan bahwa wanita yang rajin menyusui bayinya berhasil menurunkan reseptor estrogen reseptif penyebab kanker payudara. Berdasarkan penelitian tersebut, menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 91%.

Tak hanya itu, para peneliti juga meyakini bahwa wanita yang rajin menyusui bisa terhindar dari risiko kanker ovarium karena dapat menunda ovulasi mereka.

Sayangnya, masih ada sebagian wanita yang menganggap memberikan ASI kepada bayi sering dianggap ketinggalan zaman dan merusak bentuk tubuh. Padahal penelitian telah membuktikan bahwa menyusui memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. (duniafitnes)