Showing posts with label disfungsi seksual. Show all posts
Showing posts with label disfungsi seksual. Show all posts

Aktivitas Seks Bantu Jaga Kesehatan Tubuh

ANDA tentu tidak akan pernah berpikir jika sebuah ciuman bisa membantu menjaga kesehatan gigi atau tindakan seksual lainnya. Ya, pasalnya aktivitas seksual yang sering pasangan lakukan dapat menjaga kesehatan tubuh mereka.

Hubungan seks yang sehat dapat mengarah pada kehidupan yang sehat pula. Mungkin Anda pernah mencoba langkah-langkah berlebihan untuk mendapatkan kulit bersinar dan rambut berkilau. 

Namun, kunci di balik itu semua bisa diperoleh melalui aktivitas seksual yang sering Anda lakukan bersama pasangan. Konon, pasangan suami isteri yang secara rutin dan selalu dalam keadaan perasaan yang baik melakukan hubungan seks, dampak dari aktivitas tersebut baik untuk metabolisme kesehatan tubuh. 

Sebuah kehidupan seksual yang senang dengan pasangan, tidak hanya membuat tekstur kulit Anda menjadi lebih baik dan indah, tapi juga dapat membakar ekstra kalori, mengurangi sakit kepala, mengurangi depresi dan tranquilises pikiran Anda. 

“Kehidupan seksual yang baik dan rutin mengarah pada kehidupan yang sehat, baik secara fisik maupun emosional. Seks menghasilkan hormon tertentu yang membawa pada rasa kebahagiaan, yang menyebabkan tubuh bugar dan pikiran yang sehat,” jelas Dr Sanjay Chugh, spesialis masalah seksual. 

Ia juga menambahkan, "Seks berkontribusi untuk kesehatan yang baik secara umum. Setiap keintiman seksual yang menyenangkan dapat beralih pada kesejahteraan pada manfaat fisik dan psikologis. Hal ini diyakini, hubungan seks meningkatkan zat kimia dalam tubuh yang melindungi kita terhadap penyakit.” 

Penelitian juga menunjukkan, seks dan masturbasi dapat membantu mengurangi nyeri sendi dan otot, memerangi depresi, meningkatkan kesehatan jantung dan memperpanjang rentang hidup seseorang, sebagaimana yang dilansir dari Times of India. (okezone)










Tiga Masalah Populer Hambat Libido Pria

JIKA Anda berpikir bahwa respons seksual pria tergolong mudah, ada baiknya Anda membaca ulasan berikut. Pasalnya, menyalakan gairah seksual pria tidaklah semudah yang dibayangkan. 

Persepsi bahwa pria lebih mudah menyalakan libido sepertinya menjadi hal umum yang banyak diketahui pasangan. Ya, dibandingkan dengan wanita mungkin pria memang terbilang cepat mendongkrak gairah seksualnya. Meski demikian, ada kendala lain yang terkadang menghambat kaum adam saat menyalakan libidonya. Seperti dipaparkan Fox News, berikut ini ulasan lengkapnya. 

Sperma juga mengalami penyumbatan 

Tidak semua sperma bisa beradu balap menuju sel telur dengan cepat. Dari ribuan sprema itu, ada beberapa di antaranya yang mengalami kegagalan terjebak dalam air mani sehingga menjadi mengental atau menggumpal. Jadi, tidak semua pria mempunyai sperma yang aktif. 

Oksitosin juga memengaruhi pria 

Hal ini diyakini bahwa oksitosin mempengaruhi wanita selama hubungan seks dan menyusui. Tapi, hormon ini terjadi saat berpelukan atau selama keintiman terjadi. Keberadaan hormon ini pun tidak saja pada wanita tapi juga dinikmati pria dimana memengaruhi emosional mereka. Penelitian dari Swiss menemukan bahwa oksitosin berhubungan dengan peningkatan rasa percaya pada pria. 

Testosteron tinggi sebabkan gairah seks turun Banyak pria beranggapan memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi dianggap baik bagi pria karena dipercaya bisa memompa gairah seks mereka. Namun, para peneliti menemukan bahwa pria dengan kadar testosteron lebih tinggi justru mengalami penurunan gairah seksual. (okezone)




Nutrient Calcium Powder ~ Kalsium organik yang terbuat dari susu sapi segar, yang memberikan kekuatan kepada kepala sperma untuk menembus dinding sel telur








Zinc Capsules ~ Zat seng yang sangat membantu mengaktifkan enzim dan hormon dalam tubuh









Muncord Capsules ~ Cordyceps yang membantu meningkatkan gairah dan vitalitas seksual

4 Masalah Seksual dan Solusinya

Bagi setiap pasangan, aktivitas seks adalah hal yang menyenangkan. Tak pelak, jika banyak yang ke terapis untuk menghidupkan gairah bercinta. Namun, bagian terpenting dari kondisi ini adalah bagaimana Anda mengetahui penyebab rusaknya gairah. Berkonsultasi mungkin dapat memberikan solusi, tapi bukan penyelesaian. 

Kehamilan, rasa lelah, dan minimnya waktu menjadi masalah umum untuk kasus ini. Tak jadi masalah jika keduanya tidak memiliki hasrat. Namun, akan menjadi masalah jika hanya satu pihak yang mengalami penurunan gairah. Inilah yang akan memicu pertengkaran di dalam kamar, dan pisah ranjang. 

Berikut ini adalah 4 masalah dan solusi dari penurunan gairah seksual yang kerap terjadi, seperti yang dilansir Times of India

Masa kehamilan 

Ada yang bilang kalau hubungan seks saat hamil picu kontraksi. Kandungan hormon prostaglandin dalam sperma memang dapat menginduksi persalinan, tapi bukan berati Anda dilarang berhubungan seks saat kehamilan. 

Sebenarnya, hubungan seks akan lebih menyenangkan saat trisemester kedua. Karena, setelah itu wanita akan mengalami perubahan emosi selama kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk mengungkapkan kebutuhan seksual. 

Serangan jantung 

Bukan berarti ketika pasangan Anda memiliki riwayat ini, lantas tak boleh berhubungan intim kecuali dalam keadaan parah. Melakukan hubungan seksual sebenarnya amat baik untuk jantung Anda, apalagi jika dilakukan secara teratur. 

Bagi pria, melakukan hubungan seksual dua kali dalam sepekan ternyata dapat menekan risiko serangan jantung. Seks dapat menjadi hal yang setara dengan berolahraga buktinya dapat meningkatkan denyut jantung, serta dapat meningkatkan oksigen. 

Jadwal padat 

Untuk menciptakan suasana romantis di tengah padatnya rutinitas, Anda dapat menyiasatinya dengan berbagai macam cara. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan membuat jadwal khusus bercinta. 

Selain itu, Anda juga dapat mencoba sesuatu yang baru. Misalnya, melakukan adegan intim di tempat yang tidak pernah Anda lakukan sebelumnya, di kamar mandi, di dapur, dan lokasi lainnya yang dapat memacu adrenalin. 

Disfungsi ereksi 

Disfungsi ereksi bukan disebabkan karena faktor usia atau penyakit. Umumnya, disfungsi ereksi dapat terjadi karena karena pria banyak mengkonsumsi obat penambah stamina. 

Oleh karena itu, untuk menjawab hal ini Anda harus mengetahui penyebab terjadinya disfungsi ereksi terlebih dahulu. Periksakan pasangan Anda ke dokter. (viva)